Sejarah Singkat Asal Makanan Sushi di Jepang

SEJARAH SINGKAT ASAL MAKANAN SUSHI DI JEPANG

Sejarah Sushi di Jepang – Banyak orang-orang dari seluruh dunia sangat menyukai makanan sushi, dan pastinya orang mengetahui asal makanan sushi yaitu dari Jepang. Ada bermacam-macam sushi dengan penampilan yang berbeda-beda dan sangat menarik perhatian, sehingga orang-orang yang melihat ingin mencicipinya. Akan tetapi, apakah orang tersebut tau asal munculnya makanan sushi di Jepang? Berikut ulasannya ~

oua_opt-1

Sushi adalah makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk (neta) berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atau sudah dimasak. Nasi sushi mempunyai rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula. Awalnya sushi merupakan makanan yang diawetkan, pada era 4 abad sebelum masehi di Asia Tenggara, Ikan difermentasi dan disimpan di dalam beras dan garam. Beras ini hanya untuk menyimpan ikan, jadi sepertinya dibuang tanpa dimakan. Cara menyimpan ikan ini juga sampai ke Jepang, lalu pada zaman Heian dimakan sebagai Nare Zushi. Orang Jepang yang suka beras, sejak Zaman Muromachi memakan ikan tersebut tanpa membuang nasinya, lalu pada Zaman Edo munculah ide untuk membuat Haya Zushi (Sushi Cepat) tanpa memfermentasikan ikannya lalu dicampur dengan arak membuat nasinya berasa asam.

Di akhir Zaman Edo (Awal Abad ke-19) lahirlah Nigiri Sushi (Sushi Kepal) di Edo (Tokyo). Oleh karena itu, sampai sekarang banyak orang Jepang yang menganggap Edomaesushi identik dengan Sushi Kepal, Osaka Sushi identik dengan Sushi Kotak (Sushi Tekan). Tetapi, ada 1 lagi arti dari Edomae Sushi. Edo no Mae (Di Depan Edo), artinya Sushi yang dibuat menggunakan Ikan atau Rumput Laut yang baru saja ditangkap di Teluk Tokyo.

sush_opt-1

Sushi pada umumnya digolongkan berdasarkan bentuk nasi, antara lain:

  1. Nigirizushi (makanan laut segar mentah diletakkan di atas nasi yang dibentuk dengan menaruh nasi di telapak tangan yang satu dan membentuknya dengan jari-jari tangan yang lain. Nori sering dipakai untuk mengikat neta agar tidak terlepas dari nasi, lauk yang diletakkan di atas sushi juga bisa dalam keadaan matang seperti tamagoyaki atau belut unagi dan belut anago yang sudah dipanggang).
  2. Oshizushi (Nasi disusun bersama neta yang dipres untuk sementara waktu dengan maksud memadatkan nasi agar sushi yang dihasilkan berbentuk persegi panjang yang lalu dipotong-potong agar mudah dinikmati. Ada juga yang dibungkus daun bambu lalu dipres untuk sementara waktu, antara beberapa jam sampai satu malam).
  3. Chirashizushi (nasi sushi dimakan bersama neta berupa makanan laut dan sayur-sayuran yang dipotong kecil-kecil. Nasi sushi tidak dibentuk melainkan diisikan ke dalam wadah dari kayu, piring atau mangkuk. Chirashizushi merupakan salah satu masakan rumah yang populer di Jepang untuk memperingati hari-hari istimewa seperti ulang tahun anak-anak dan perayaan Hina Matsuri).
  4. Inarizushi (nasi sushi dibungkus aburage yang sebelumnya sudah dimasak bersama kecap asin dan gula. Inarizushi tidak berisi ikan atau lauk lain karena aburage sudah merupakan sumber protein. Inarizushi berasal dari kuil Toyokawa Inari di kota Toyokawa, Prefektur Aichi).
  5. Narezushi (sushi zaman kuno adalah ikan yang dilumuri garam dan nasi, lalu dibiarkan hingga terfermentasi. Ada pula narezushi yang ditambah ragi untuk membantu proses fermentasi, contohnya kaburazushi dari Prefektur Ishikawa dan Izushi dari Hokkaido).

shi_opt-1

Tambahan informasi, ada yang menganggap sushi dan sahimi mirip karena sama-sama menggunakan ikan mentah, akan tetapi sebenarnya sangat berbeda. Asal mula kata Sushi berasal dari kata Su, artinya cuka dalam bahasa jepang, yang dicampur dengan nasi menjadi Su Meshi, kata Me dari Sumeshi entah sejak kapan menghilang, dan kemudian disebut sebagai Sushi. Sushi adalah aneka macam bentuk set cuka dan nasi. Sejarah sushi di jepang. Baca Juga, Penjelasan Otaku dan Dampaknya

Pencarian Terkait

Beri rating artikel ini!
author

Penulis: 

Satu Respon