makna harakiri

MAKNA HARAKIRI ATAU SEPPUKU DI JEPANG

harakiri

Makna Harakiri – Harakiri (Hara = perut, Kiri = menusuk).  Harakiri adalah suatu bentuk bunuh diri yang seremonial di Jepang (di sana lebih disukai istilah seppuku, walaupun artinya sebenarnya sama saja); dikenal sejak abad ke-12 dan masih sering dilakukan hingga abad ke-20. Dilakukan dengan menyobek perut dengan sebilah pedang pendek (Jepang: wakizasyi), dengan potongan melintang dari kiri ke kanan kemudian ke atas. Harakiri dulu merupakan suatu kehormatan bagi * samurai yang dijatuhi hukuman mati. Dalam perkembangan selanjutnya, harakiri dilakukan oleh seorang satria yang ingin menyatakan setia sehidup-semati dengan atasannya yang gugur; dilakukan pula sebagai pernyataan sikap menentang ketidakadilan, untuk membela Harga diri atau menghindarkan diri dari tawanan musuh. Tindakan bunuh diri ini sering dilakukan di hadapan para saksi. Di masa Perang Dunia II yang lalu sistem harakiri masih banyak dijalankan, namun dewasa ini sudah hampir tidak pernah dilakukan lagi.

Harakiri bukanlah sekedar bunuh diri secara begitu saja, melainkan harus melalui upacara ritual yang jelas dan telah ditentukan sebelumnya. Mereka melakukan ini bukannya secara dadakan, terkadang mereka mempersiapkan upacara Harakiri ini seperti juga upacara perkawinan yang telah dipersiapkan berbulan-bulan sebelumnya. Sebelumnya orang melakukan harakiri ia harus mendapatkan seorang pendamping asisten yang berfungsi sebagai algojo. Sang algojo ini mendapatkan tugas untuk memancung kepala dari orang yang melakukan harakiri.

Masalahnya apabila seorang melakukan harakiri, pada saat ia mau mati, dilarang mengeluh, menggerang, mengaduh ataupun memperlihatkan wajah nyeri ataupun takut karna itulah makna harakiri. Ia harus mati dengan tabah dan gagah. Untuk menghindar terjadinya hal ini, maka setelah sang pelaku harakiri menusukkan pisau ke perutnya, maka sang algojo harus segera memancung kepalanya dengan samurai. Dengan demikian ia bisa mempercepat proses kematian dan tidak perlu menderita. Asisten pembunuh ini lebih lazim dengan sebutan Kaishaku-Nin. Ilmu memancung kepala dengan cepat dan baik ini bisa dipelajari dan disebut Seiza Nanahome Kaishaku. Baca Juga, Anime Romantis Jepang

Seorang samurai, jika ingin bunuh diri (harakiri) dengan melakukkan seppuku, maka ia harus mengikuti beberapa ritual dengan metode khusus. Seorang samurai, pertama kali ia harus mandi terlebih dahulu, kemudian menggunakan jubah putih, makan makanan favorit, dan jika ia sudah selesai, alat-alat yang akan digunakan diletakkan di atas piring. Kemudian ia harus mengenakan pakaian upacara, dengan pedang yang diletakkan di depannya dan terkadang diletakkan pada kain khusus.

Beberapa alasan orang Jepang melakukan Harakiri

  1. HARGA DIRI, dengan motif ini, para samurai melakukan bunuh diri demi menjaga harga dirinya.
  2. Motif ini paling dominan dilakukan oleh pelaku harakiri di masa kini. Motif “tidak bisa menahan malu” dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pejabat, akademisi, hingga rakyat biasa.
  3. BALAS DENDAM. Pada kasus ini, biasanya dilakukan oleh seseorang yang kecewa pada keluarganya.
  4. KEADAAN EKONOMI YANG TIDAK BAIK (alasan terbanyak karena kehilangan pekerjaan/ bukan karena kemiskinan).

Nah itu dia Makna Harakiri dan Seppuku yang dianut oleh sebagian warga jepang memang seram sih tapi begitulah tanggung jawab dan rasa malu yang tinggi dari orang Jepang. Tidak boleh ditiru ya.

 

Tinggalkan Balasan