Culture Festival

Kabuki Teater Seni Khas Jepang

KABUKI TEATERkbika_opt

Kabuki teater seni khas Jepang – Kabuki adalah salah satu seni tradisional teater khas Jepang. Seperti contohnya di Indonesia, biasanya kita mengenalnya dengan ketoprak atau wayang. Di Jepang dikenal sebagai Kabuki. Kabuki berasal dari kata “ka” artinya menyanyi, “bu” artinya menari, dan “ki” artinya melakon. Kabuki menunjukkan sejarah dan kehidupan masyarakat Jepang yang menggambarkan warna, keindahan, dan kesetiaan adat istiadat serta tata krama kuno dalam wujud seni.

Perkembagan Kabuki diawali oleh seorang wanita yang bernama Izumi no Okuni dari kuil Kitano Temangu, Kyoto, seorang penari wanita yang memulai suatu rangkaian tarian yang mengkombinasikan doa Budha dengan tarian erotik.  Tokoh inilah yang menurut pengamat Kabuki dianggap sebagai tokoh yang berpengaruh dalam Kabuki. Beberapa pemain kabuki perempuan menjadi populer untuk lagu mesum dan tarian provokatif mereka.

Karena alasan moral, pemerintah pernah melarang wanita untuk tampil di pentas, dan sebagai penggantinya hanya pria yang boleh tampil. Kesenian garda depan yang dibawakan Okuni mendadak sangat populer, sehingga bermunculan banyak sekali kelompok pertunjukan kabuki imitasi. Pertunjukan kabuki yang digelar sekelompok wanita penghibur disebut Onna-kabuki (kabuki wanita), sedangkan kabuki yang dibawakan remaja laki-laki disebut Wakashu-kabuki (kabuki remaja laki-laki). Dalam perkembangannya, kabuki digolongkan menjadi Kabuki-odori (kabuki tarian) dan Kabuki-geki (kabuki sandiwara).

Kabuki-odori dipertunjukkan dari masa kabuki masih dibawakan Okuni hingga di masa kepopuleran Wakashu-kabuki, remaja laki-laki menari diiringi lagu yang sedang populer dan konon ada yang disertai dengan akrobat. Selain itu, Kabuki-odori juga bisa berarti pertunjukan yang lebih banyak tarian dan lagu dibandingkan dengan porsi drama yang ditampilkan. Seiring dengan waktu, pertunjukan teater kabuki semakin berkualitas. Penekanan bergeser dari tema tarian asli menjadi drama dan komedi berdasarkan tema kontemporer seperti pengkhianatan atau intrik politik.

Dalam penampilan kabuki, pemeran dalm kabuki selalu menghiasi rambutnya dengan berbagai aksesoris yang indah dan dihiasi dengan topi yang berbentuk seperti payung yang disebut dengan Nurigasa. Lalu, untuk menyamai penampilannya dengan seorang samurai, pemain kabuki membawa pedang yang diselipka di Obi nya. Sebagai aksesoris tambahan pemain menggunakan selempang berwarna merah di dada yang disebut Karaori. Pada Koraori tersebut, terdapat hiasan gong kecil yang disebut dengankane. Jika sebelumnya pakaian yang di gunakan oleh penari adalah pakaian yang juga lazim digunakan oleh masyarakat umumnya, maka dalam kabuki penarinya menggunakan kostum berupa kimono dengan motif bunga-bunga yang indah dengan warna yang terang dan mencolok.

kabukai_opt

Kabuki mulai berkembang menjadi suatu bentuk teater bukan hanya karena bentuk taria yang diiringi musik saja, tetapi juga terdiri dri beberapa aktor profesional yang memenaskan suatu cerita tertentu. Bisa dikatakan bahwa kostum tidak hanya mewakili karakter tokoh dan peran yang dimainkan, mencerminkan identitas dan status sosial tokoh yang bersangkutan, tetapi juga mendukung ketokohannya sekaligus, sehingga kehadiran dan peran yang di jalankan memperkuat tema cerita. Baca Juga, Pemandian Air Panas Terkenal di Jepang

Post Comment