Gaya Hidup Orang Jepang Yang Patut Dicontoh

siluet

Dalam kemajuan budaya dan teknologi serta inovasi, di Jepang terdapat kebiasaan-kebiasaan baik dan tentu menjadi contoh banyak orang di Dunia. Rata-rata di Jepang bekerja 2450 jam per tahun, sangat tinggi dibandingkan Jerman hanya 1870 jam pertahun. Keberhasilan Jepang dalam membangun puing-puing sisa perang dunia 2 yang sangat mematikan karena bom atom dijatuhkan tidak memadamkan semangat Jepang dalam membangun negerinya

Jepang merupakan negara yang menghargai budaya dan etika kesopanan dalam hidup, hal itu selalu mereka terapkan dalam kehidupan sehari hari dimanapun mereka berada. Seperti halnya saat Piala Dunia 2014 di Brazil, para suporter Jepang yang datang jauh jauh ke Brazil rela membersihkan stadion yang digunakan dalam setiap laga jepang setelah mereka selesai menonton pertandingan. Hal tersebut menjadi viral dan dikagumi oleh banyak negara lainnya. Baca juga Ponsel yang bisa dicuci dengan air

cewek-jepang

Berikut ini kami akan menampilkan beberapa gaya hidup warga jepang yang harus dicontoh oleh seluruh warga dunia.

  • Budaya Malu Terhadap Apa Yang Dilakukan
    Di Jepang sendiri memiliki leluhur dimana Masyarakat akan bunuh diri bila melakukan kesalahan seperti korupsi dan sebagainya. Masyarakat memiliki budaya menusukan pisau keperutnya hingga mati bila terbukti salah dalam melakukan tindakan pada pekerjaan yang dilakukannya. Malu merupakan budaya yang paling ditakuti di Jepang. Sebab salah sedikit saja maka akan bunuh diri.
  • Hidup Mandiri
    Di Negara lain mungkin anak-anak harus diantar naik bus atau diantar naik sepeda motor, kalau tidak maka tidak masuk sekolah. Di Jepang tidak, mereka harus mandiri, sebab dengan mandiri setiap anak akan dituntut untuk belajar sendiri, tidak mencontoh teman, bahkan akan mengerjakan sendiri pekerjaan dirumah.
    Setiap anak akan dilatih membawa perlengkapannya sendiri, dan harus bertanggung jawab terhadap perlengkapannya. Saat masuk SMA hampir semua anak masuk dengan biaya sendiri dan tidak meminta orang tuanya untuk membayar sekolah. Bahkan jika sudah masuk kuliah mereka akan rela membiayai hidup dan kuliahnya sendiri. Oleh karena itu Jepang terkenal dengan budaya mandiri yang dapat hidup dimana saja tanpa bantuan orang lain
  • Menghormati Orang Tua dan Tradisi
    Perkembangan teknologi semakin pesat, namun tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya ibu yang tidak bekerja masih ada hingga saat ini. Budaya minta maaf bila ada orang lain yang menyenggol atau tidak sengaja menabrak orang Jepang akan senantiasa meminta maaf dahulu sebelum yang menyenggol minta maaf.
    Sikap yang mencerminkan rasa hormat terhadap orang tua hingga saat ini masih diterapkan. Mereka tidak suka membantah atau menegur orang tua, sebab mereka tau bahwa orang tua adalah penentu hidup yang paling baik. Jika orang tua berkata akan segera dikerjakan dan tidak pernah membantah atau hanya bilang “ah”.
  • Pantang Menyerah dan Tak Kenal Lelah
    Sejarah Jepang membutkikan bahwa masyarakat merupakan bangsa yang tahan banting, pantang menyerah serta tidak ingin negaranya menjadi kosong hanya karena ingin pergi ke luar negeri. Sehingga bangsa Jepang termasuk bangsa yang cepat beradaptasi dengan lingkungan, sehingga mereka mudah sekali untuk mengembangkan pekerjaan yang dilakukan.
    Bangsa Jepang juga tak mengenal lelah, ini disebabkan karena di Jepang sendiri tidak memiliki kekayaan seperti yang dimiliki negara lain, seperti minyak bumi, bijih besi, kayu, batubara, dan di Jepang hampir 85% energi berasal dari negara lain termasuk di Indonesia.
  • Setia Terhadap Pekerjaan
    Di Jepang seseorang yang bekerja terhadap perusahaan akan memberikan loyalitasnya atau kesetiaannya terhadap perusahaan yang digelutinya. Sangat jarang orang Jepang untuk berpindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan hanya 1 atau 2 perusahaan hingga pensiun. Kesetiaan dalam pekerjaan ini sudah menjamur di Jepang, ini disebabkan karena masyarakat Jepang tidak suka terhadap perubahan pekerjaan, namun bila memberikan warna pada pekerjaannya saat ini seperti inovasi, cara bekerja dan sebagainya itu wajar.

shibuya

  • Menerapkan Hidup Hemat
    Di Jepang terdapat budaya yang dinamakan anti konsumsi, yang dilakukan bersama-sama oleh masyarakat Jepang. Ini terbukti bahwa di Jepang toko akan memotong harga hingga 50% dari harga asli 30 menit sebelum menutup toko. Tak heran kenapa banyak orang yang berbondong-bondong masuk ke supermarket atau toko yang memberikan diskon sebanyak itu pada pukul 19:30. Rata-rata di Jepang supermartket dan toko tutup hingga pukul 20:00
  • Budaya Membaca
    Tak heran bila Jepang merupakan bangsa yang cerdik dan pintar, pasalnya saat anda memasuki kereta api atau tempat duduk bus terdapat anak-anak sedang membaca komik, orang tua membaca koran, ibu-ibu membaca tabloid, hampir semua membaca. Di budaya Jepang sendiri membaca merupakan alat yang tepat untuk meningkatkan kualitas hidup di Jepang. Sehingga mereka tampak rajin untuk membaca..
    Sejarah mencatat bahwa di Jepang sudah terdapat buku-buku asing pada tahun 1684 dan dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sepanjang jaman.
  • Inovasi dan Perancangan Baru
    Di Jepang memang merupakan tempat yang cocok untuk menginovasi seluruh barang yang diproduksi. Ini dikarenakan mereka lebih sering menginovasi produk daripada menciptakan produk yang baru. Memang Jepang bukan bangsa penemu, namun untuk meracik atau merakit dan memberikan perancangan baru sangat pintar dan diminati banyak orang.
    Akio Morita merupakan pengembang Sony Walkman yang merupakan contoh bangsa Jepang yang berhasil menciptakan inovasi pada produk radio kecil. Memang paten dari Sony sendiri adalah milik perusahaan Phillip Elektronics, namun keberhasilan mengembangkan dan membuilding kembali model portabel sebagai produk yang booming Akio Morita tercatat sebagai inovator yang melegenda.
  • Kerja Keras Sangat Diutamakan
    Budaya kerja keras sendiri dilakukan dijepang. Rata-rata hampir 2450 jam per tahun sangat tinggi dibandingkan di Amerika hanya 1957 jam per tahun, Inggris 1911 jam per tahun, jerman 1870 jam per tahun dan di Perancis hanya 1680 jam per tahun.
    Kerja keras di jepang sangat diutamakan, sebab pegawai yang pulang agak cepat dianggap sebagai pegawai yang malas dan memalukan. Di Jepang dapat membuat mobil hanya dalam 9 hari, sangat cepat dibandingkan di negara lain yang rata-rata 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama.
  • Bekerja Sama dengan Tim
    Jepang terkenal dengan bekerja keras dengan tim. Tanpa tim orang Jepang akan kesulitan untuk mengerjakan kegiatan yang dilakukan. Kekuatan terbesar terdapat pada kerja kelompok, sehingga mereka akan cepat mengerjakannya dengan tekun bila dilakukan bersama-sama dengan tim.
    Satu Profesor jepang akan kalah dengan satu profesor Amerika. Namun 10 profesor Jepang yang bekerja sama tidak akan dikalahkan oleh 10 profesor Amerika.
  • Memberi hadiah Untuk Tuan Rumah
    Jika anda berkunjung ke rumah Orang Jepang, anda wajib untuk menyediakan hadiah kepada mereka. Ini adalah suatu kehormatan yang anda berikan jika anda diundang untuk kerumahnya. Sebaliknya, jika anda mendapatkan makanan dari orang Jepang, jangan menolak. Itu penghinaan.
  • Menuang Gelas Sendiri Itu Tidak Baik
    Anda akan diberikan air minum dalam gelas anda saat di Jepang. Tidak boleh menuangkan sendiri minuman keadalam gelas anda, itu tidak sopan. Mungkin di Amerika itu biasa, namun di Jepang tidak ada budaya seperti itu.