Dilema Cinta Sang Putri Sayako

Dilema Cinta Sang Putri Sayako

dilema cinta

Sayako Kuroda atau Putri Sayako adalah keturunan dari Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko dari Jepang. Sayako Kuroda merupakan anak ketiga dan satu-satunya putri dari keturunan Kaisar Akihito dan Maharani Michiko. Sayako Kuroda rela untuk menanggalkan gelar kekaisarannya dan meninggalkan keluarga Kekaisaran Jepang setelah menikah dengan Yoshika Kuroda yang hanya merupakan golongan orang biasa.

Saat Sayako Kuroda masih anak kecil memiliki gelar Putri Nori. Nasib, putri cantik keturunan dari kaisar ini sangat berbeda dengan saudara sekandungnya yang lain. Putri Sayako rela berkorban demi mengejar cintanya hingga meninggalkan istana yang telah ia nikmati saat masih kecil.

dilema cinta

Putri Sayako merupakan seorang perempuan cerdas yang telah berhasil menuntut ilmu hingga dapat menyelesaikan sekolah di Departemen Bahasa dan Sastra Jepang, Fakultas Sastra Universitas Gakushuin, pada tahun 1992. Dan pada tahun itu juga, Putri Sayako telah menerima jabatan sebagai peneliti madya di Institut Yamashina di bidang ornitologi. Setelah beberapa tahun kemudian tepatnya pada tahun 1998 ia diangkat menjadi peneliti senior pada lembaga yang sama.

Awal cerita cinta Putri Sayako ini dimulai sejak pada tahun 2004 yakni dengan Yoshika Kuroda. Yoshika Kuroda yang hanya merupakan seorang perancang kota dan bekerja untuk pemerintah metropolitan Tokyo. Yoshika Kuroda juga adalah kawan lama dari Pangeran Akhisino. Putri Sayako mulai meninggalkan keluarga Kekaisaran Jepang setelah melewati perayaan hari pernikahannya yang dilaksanakan di sebuah hotel di Tokyo Jepang pada 15 November 2005. Setelah pernikahannya ini Putri Saiko mengenakan nama keluarga dari suaminya yang hanya merupakan golongan dari orang biasa.

Suami dari Putri Saiko ini yakni Yoshika Kuroda adalah orang biasa pertama yang tak memiliki latar belakang bangsawan yang telah menikahi seorang putri kerajaan. Perubahan status yang dimiliki Sayako Kuroda dari putri kerajaan menjadi orang biasa adalah tuntutan dari undang-undang tahun 1974 yang mewajibkan anggota dari Kekaisaran Jepang menanggalkan status kelahirannya, keanggotaan resmi di keluarga kekaisaran dan berbagai macam tunjangan pada saat pernikahannya. itulah dilema cinta sang putri dan pemuda biasa yang tidak bisa masuk kedalam kerajaan. Baca Juga, Tren Gaya Berpakaian Siswa / Siswi di Jepang

Pencarian Terkait

Beri rating artikel ini!
author

Penulis: 

Penulis Kami yang Berasal dari Magelang, Jawa Tengah Memiliki Nama Lengkap Dhiki Rahman Asyakur Nugroho, Kelahiran 27 Juni 1999
Yang Mau Berteman yuk Di Add Aja Facebooknya